Sabtu, 07 Juni 2014

MENGANALISIS PUISI

MENGANALISIS PUISI:

Padamu Jua

Habis kikis
Segala cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu

Kaulah kandil kemerlap
Pelita jendela di malam gelap
Melambai pulang perlahan
Sabar, Selalu setia

Satu kekasihku
Aku manusia
Rindu rasa
Rindu rupa

Dimana engkau
Rupa tiada
Suara sayup
Hanya kata merangkai hati
Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas

Nanar aku, gila sasar
Sayang berulang padamu jua
Engkau pelik menarik ingin
Serupa dara dibalik tirai


Kasihmu sunyi
Menunggu seorang diri
Lalu waktu – bukan giliranku
Mata hari –bukan kawanku . . . . .

a.       Unsur Dalam:
1)      Tema                                     : Keagamaan
2)      Nada                                     :Bercerita
3)      Rasa                                       : Resah
4)      Amanat                                :Tuhan masih mencintai hamba-Nya,walaupun hamba-Nya telah
                                               berpaling dari-Nya.
b.      Unsur Luar:
1)      Tipografi                              : Rata kiri
2)      Diksi                                      :   a) Nanar              = Pusing
                                                    b) Sasar               = Setengah gila
                c) Pelik                = Jarang ada
3)      Imaji                                      : Auditif
                                                 Visual
4)      Kata Konkret                      : a) Suara sayup menggambar imaji pendengaran (auditif).
            b) Rupa tiada memunculkan imaji pengelihatan (visual).
5)      Majas                                   : a) Personifikasi (Kaulah kandil kemerlap,Pelita jendela di                                                            malaM gelap)
                                                b) Alegori dilambangkan dengan warna merah
            c) Simile dilambangkan dengan  warna biru muda
        6)       Rima/Irama            : a) Warna ungu melambangkan rima aliterasi.
  b) Tulisan miring melambangkan rima putus/patah.
  c) Garisbawahmelambangkan rimaawal dan rima mutlak.
  d) Warna biru tua melambangkan rima silang/salib/sengkelang.
  e) Warna coklat melambangkan rima kembar/pasangan dan rima
                                                  tak sempurna.
  f) Warnacoklat (bold) melambangkanrimatengah dan  rima mutlak.
  g) Rima tak sempurana (Habis kikis, satu kekasihku, rupa tiada,                       engkau  cemburu)

PARAGRAF EKSPOSISI

MEMBUAT PARAGRAF EKSPOSISI:

1.     EKSPOSISI DEFINISI:
Sejarah adalah pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang terjadi pada masa lampau.Dengan mempelajari ilmu sejarah kita dapat mengetahui rekonstruksi peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau dan dapat mengetahui pengorbanan para pejuang kita sebelumnya untuk dapat dijadikan sebagai suri tauladan.
2.     EKSPOSISI PERTENTANGAN:
Anak aksel umumnya selalu dibebani oleh pelajaran dan tumpukan tugas.Sebaliknya,anak reguler juga tetap dibebani oleh pelajaran tapi tidak sebanding dengan anak aksel.Mereka justru dapat berpartisipasi atau ikut dalam berorganisasi sedangkan anak aksel tidak.
3.     EKSPOSISI PERBANDINGAN:
Milo merupakan susu yang banyak peminatnya,mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.Berbeda dengan jamu peminatnya
4.     EKSPOSISI BERITA:
Terjadi kebakaran  ditanah  abang kemarin malam,menghanguskan 9 rumah.Dan menewaskan 10 korban jiwa,kerugian berkisar miliaran rupiah.
5.     EKSPOSISI PROSES:
Es buah merupakan minuman paling sering dihidangkan dalam keluarga.Proses pembuatannya yaitu menyiapkan buah-buahan,kemudian dipotong kecil-kecil.Setelah itu,tambahkan sagu,kemudian tuangkan sirup atau campurkan susu bila perlu.Setelah itu,tambahkan air secukupnya,kemudian tambahkan dengan es.Dan es buahpun siap dihidangkan.
6.     EKSPOSISI ANALISIS:
Ada berbagai teori dikemukakan dalam pengertian ilmu hukum.Ada yang berpendapat atau melihat dari sudut pandang dan rasa bahasa masing-masing.Ada pula yang berpendapat yaitu L.J.Van Apeldoorn yang mengatakan bahwa Ilmu hukum itu banyak seginya dan luas,sehingga tidak mungkin diberikan suatu definisi tentang pengertian hukum.
7.     EKSPOSISI ILUSTRASI:
Siswa yang bersungguh-sungguh dalam belajar seperti menulis diatas batu.Artinya,siswa yang selalu serius dan sungguh dalam belajar pasti akan tetap ingat dan paham dalam apa yang dia lihat dan dia dengar.Dan siswa yang bermain-main dalam belajar seperti menulis diatas air.Artinya,siswa yang bermain-main itu memang melihat dan mendengar apa yang diterangkan oleh gurunya,akan tetapi semua itu akan hilang seketika.
8.      EKSPOSISI KLASIFIKASI:
Kalimantan merupakan provinsi yang memiliki berbagai macam Anggrek.Dari Anggrek Hitam,Ungu,Putih,dan masih banyak lagi.

PARAGRAF DESKRIPTIF

MENULIS PARAGRAF DESKRIPTIF:

Dialah orang yang ku cintai,dia yang mengadungku selama 9 bulan.Tanpa rasa lelah,ketika itu pun aku dilahirkan,Diapun menysuiku,merawatku,menjagaku dengan rasa penuh cinta hingga akupun dewasa.Hingga sampai sekarangpun aku dia tidak pernah meminta balasan kepadaku.Aku sangat saying dan cinta sama Dia,Dialah IBU ku.

PARAGRAF NARASI

MENULIS PARAGRAF NARASI
Pak Tiru
          Ada seorang peladang yang sangat miskin,ia hidup bersama seorang istri dan seorang anak.Anaknya bernama Dulo.
          Pada suatu hari,peladang itu menemukan sebutir telur,istrinya merebus telur itu.Lalu telur itu dimakan anaknya si Dulo.Keesokan harinya,datanglah seekor ular besar ke rumah si Dulo.Saat itu,si Dulo tinggal sendirian di rumah.Ular itu marah kepada si Dulo,karena si Dulo telah memakan telurnya.Ular tersebut pun ingin memangsa si Dulo,dan si Dulopun memohon kepada ular.”Tolong jangan kunyah badan saya.Sebab,saya akan tetap hidup jika dikunyah.Akan tetapi,jika badan saya ditelan bulat-bulat,saya akan mati”.Akhirnya ular itu menelan si Dulo tanpa dikunyah.Setelah menelan si Dulo,ular itupun pergi.Karena lelah,ular itu beristirahat dibawah pohon.
          Setibanya dari lading,ibu dan bapak Dulo kaget.Mereka tidak melihat si Dulo dirumah,mereka mencari si Dulo kesemua tempat. Mereka menemukan seekor ular yang sedang beristirahat dibawah pohon.Tiba-tiba terdengar suara.”Ibu....Ibu....,Bapak!!!!,saya ada didalam perut ini.Bunuhlah ular ini,Pak!”Kata si Dulo.Pak Dulo memenggal kepala ular itu dengan kapak,ia keluarkan si Dulo dengan hati-hati.Ternyata,didalam perut ular itu banyak perhiasan.Ada juga cincin ajaib.
          Cincin tersebut bisa mengabulkan apa saja yang diminta.Pak Dulopun menjadi kaya raya,Pak Dulopun rajin bersedakah.Banyakorang yang ditolongnya.Semua orang mencintai Pak Dulo.
          Dikampung Pak Dulo,ada seorang petani ia bernama Pak Tiru.Pak Tiru senang meniru perbuatan orang,ia juga seorang yang bodoh.Suatu hati,Pak Tiru berkunjung kerumah Pak Dulo dan mencari tahu rahasia kekayaan Pak Dulo.Akhirnya,Pak Tiru tahu bahwa Pak Dulo kaya karena memiliki cincin ajaib.

          Keesokan harinya,Pak Tiru pergi kehutan mencari ular besar.Ia pun mendapat ular besar.Ular tersebut dimasukkan kedalam bilik rumahnya.Pada malam hari,Pak Tiru menyuruh anaknya masuk kedalam bilik itu.Anak Pak Tirupun dimakan ular itu,Pak Tiru senang.Ia pun tidur dengan nyenyaknya.Pagi-pagi,Pak Tiru bangun.Ia segera ke bilik itu sudah tidak ada membunuh ular itu,ia sangat terkejut karena ular itu sudah tidak ada.Akhirnya,ia menemukannya didalam semak belukar.Pak Dulopun membunuh ular itu.Akan tetapi,ia tidak menemukan cincin ajaib.Ia hanya menemukan bangkai anaknya Pak Tiru amat sedih dan ia sangat menyesali perbuatannya yang bodoh.

UNSUR INSTRINSIK DAN EKSTRINSIK CERITA DEWI NAWANG WULAN


MENDENGARKAN CERITA:

o   Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat menceritakan kembali cerita yang telah didengarkan
   (Dewi Nawang Wulan).
o   Siswa dapat menganalisis unsur Instrinsik & ekstrinsik cerita yang telah didengarkan.

=>Cerita Dewi Nawang Wulan.
Alkisah, disebuah desa hiduplah seorang perempuan yang bernama Nyi Randa Tarub.Sebenarnya,dia tidak bernama demikian.”Nama Tarub” berasal dari nama desa yang ditempatinya,dan “Randa” diberikan karena suami Nyi Randa Tarub telah meninggal.Kata Randa  dalam bahasa Jawa berarti “janda”.
Nyi Randa Tarub mempunyai seorang putra yang bernama Jaka Tarub.Menurut riwayatnya,Jaka Tarub bukanlah anak Kandung Nyi Randa Tarub.Dia adalah anak dari seorang putri Bupati Tuban yang di asuh oleh Nyi Randa Tarub sejak bayi.Setelah dewasa,Jaka Tarub Tumbuh menjadi seorang pemuda tampan dan gemar berburu.
Pada pagi hari,seperti biasanya Jaka Tarub menyelusuri hutan tempat dia sering berburu.Akan tetapi setengah harian,Jaka Tarub tidak menemukan seekorpun hewan buruan.Akhirnya Jaka Tarub pun duduk melepaskan lelah.Diapun mendengar suara beberapa wanita dengan rasa ragu-ragu,Jaka Tarub pu mencari asal suara itu.
Jaka Tarub menjadi terkejut melihat apa yang ada dihadapannya,yaitu empat orang gadis  yang sedang bermain air disebuah telaga kecil ditengah hutan.Jaka Tarub pun selalu memperhatikan gadis-gadis yang sedang asyik bermain air.Tiba-tiba matanya melihat onggokan selendang yang terletak ditepi telaga.Dibenaknya,Timbul keinginan untuk menyembunyikan selendang itu.Kemudian Jaka Tarub pun mengendap-ngendap mengambil salah satu selendang itu,lalu pergi bersembunyi.
Ketika para gadis yang ternyata bidadari itu hendak kembali ke kayangan,salah satu dari mereka panik karena kehilangan selendangnya.Tapi,ketiga bidadari lain tidak dapat berbuat apa-apa.Dengan terpaksa tiga bidadari itu harus meninggalkan,bidadari yang kehilangan selendang-nya yang bernama Dewi Nawang Wulan.Dewi Nawang Wulan pun menangis,kemudian Jaka Tarub pun menghampirinya dan Dewi Nawang Wulan pun menerima tawaran Jaka Tarub.
Hari demi hari, Jaka Tarub pun memperistri Dewi Nawang Wulan, dan satu tahun kemuadian mereka di karuniai seorang putri yang bernama Nawangsih, dan mereka pun hidup bahagia.
Bagaimanapun Dewi Nawang Wulan adalah seorang bidadari sehingga dia mempunya kelebihan, salah satunya adalah dapat membuat sebakul nasi dari sebutir beras. Namun, kesaktiannya bisa hilang apabila ada yang mengetahui rahasia itu. Maka, sebelum mencari sayur-mayur Dewi Nawang Wulan selalu berpesan kepada Jaka Tarub.
Mula-mula Jaka Tarub mematuhi pesan istrinya. Namun, lama-kelamaan Jaka Tarub penasaran dan nekad membuka kukusan itu, dan Jaka Tarub pun heran, karena didalam kukusan itu ternyata hanya sebutir beras. Jaka Tarub pun memberitahukan semuanya kepada Istrinya, seketikapun Dewi Nawang Wulan Kehilangan kesaktiannya.
Dewi Nawang Wulan pun harus memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan susah payah, dari mengambil padi dan mengambil padi dimlumbung . semakin lama, padi di lumbung mereka semakin berkurang, sampai suatu hari, Dewi Nawang Wulan terkejut karena dia melihat selendangnya berada diantara tumpukan padinya. Dihati Nawang Wulan, timbul perasaan sedih dan gembira. Sedih karena harus berpisah dengan suami dan anaknya. Gembira karena  dapat kembali kekayangan.
Karena Dewi Nawang Wulan mengambil padi terlalu lama, Jaka Tarub pun menyusul istrinya. Dan Jaka Tarub  pun terkejut karena  telah melihat istrinya berubah wujud menjadi seorang bidadari.
Jaka Tarub pun menceritakan semuanya, bahwa dialah yang menyembunyikan selendangnya. Dewi Nawang Wulan memaafkan suaminya. Mereka pun menangis bersama. Setelah itu, Jaka Tarub pun mengikhlaskan istrinya untuk kembali kekayangan. Dan Nawang Wulan pun berpesan kepada suaminya untuk di buatkan danau didekat pondoknya, dan setiap malampun Jaka Tarub membawa anaknya ke danau itu untuk menunggu kedatangan Dewi Nawang Wulan.

Unsur Instrinsik dalam Cerita :
o   Tema                    :  Kisah Seorang Pemuda desa yang mempunyai istri seorang bidadari.
o   Latar                    :  -Di Hutan, (Ketika Jaka Tarub berburu, kemudian
 menemu para bidadari yang  bermain air di Telaga  suasana pada saat itu menegangkan bagi
 Jaka Tarub, kepanikan dan kesedihan yang  mendalam    bagi Nawang Wulan. Hal ini terjadi pada sore hari      menjelang petang)
    -Di lumbung padi, (ketika Dewi Nawang Wulan  
   menemukan selendangnya  ditengah tumpukan
   padi, suasana hati Nawang Wulan pada saat
bergejolak antara gembira dan sedih dan Jaka  Tarub pun merasakan perasaan sedih pula karena harus berpisah mengikhlaskan Dewi Nawang Wulan untuk kembali kekayangan)
  o   Alur                  :   Alur maju di karenakan cerita tersebut di mulai dari
                               Jaka Tarub menyembunyikan selendang Dewi Nawang 
                               Wulan, lalu mereka tinggI bersama menikah atau                                              menjalani rumah tangga, sampai akhirnya Dewi  Nawang                                  Wulan kembali kekayangan.
  o   Gaya Bahasa       :   Baku.
  o   Sudut Pandang    :  Sudut pandang orang ketiga, karena dicerita tersebut                                       selalu menggunakan kata dia, dirinya, mereka.
  o   Tokoh                   : 
                    *Tokoh Utama    : 
                     - Jaka Tarub : Jahat (pencuri), tidak menjaga amanah,nekad dan  setia
                     - Dewi Nawang Wulan : Penyayang, pemaaf, pekerja keras, dan perhatian.
                    
                     * Tokoh Figuran  : 
                     - Nyi Randa Tarub : penyayang
                     - Tiga bidadari       : Egois karena terpaksa
                     - Nawangsih           : Setia menunggu ibunya       
   o   Amanah  :
1.     Jangan pernah menyembunyikan sesuatu dari orang yang kita sayangi.Karena justru lebih menyakitkan bila dia mengetahui apa yang kita sembunyikan.
2.     Kita sebagai manusia,tentu mempunyai banyak kesalahan baik disengaja ataupun tidak.Oleh karena itu,kita harus saling memaafkan.
3.     Apapun amanah yang diberikan sesorang kepada kita,harus senantiasa kita jaga sebaik-baiknya.Karena,kepercayaan seseorang kepada kita akan bertambah jika kita bisa menjaga amanah orang tersebut.

Unsur Ekstrinsik Dalam Cerita :
·        Nilai Budaya :
-Didalam cerita,Dewi Nawang Wulan masih menggunakan cara tradisional  dalam mengolah bulir-bulir padi menjadi beras yaitu dengan cara di tumbuk.
-Sedangkan,masa sekarang.Masyarakat pada umumnya sudah tidak menggunakan cara tradisional dan beralih ke cara modern.
·        Nilai Agama  :
-Didalam cerita DewiNawang Wulan memaafkan suaminya yang telah  berbuat salah kepada dirinya.
-Sedangkan,masa sekarang ini.Seorang wanita seperti Dewi Nawang Wulan  sudah sangat langka,masih memaafkan sesorang yang telah merubah hidupnya.
·        Nilai Moral   :
1.     Kelapangan hati Dewi Nawang Wulan untuk memaafkan suaminya(Jaka Tarub).
2.     Keikhlasan Jaka Tarub untuk merelakan istrinya(Dewi Nawang Wulan)untuk berpisah dan kembali  kekayangan.
·        Nilai Sosial    : Nyi Randa Tarub untuk mengasuh Jaka Tarub.





MENDENGARKAN SIARAN BERITA DITELEVISI

MENDENGARKAN SIARAN BERITA DI TELEVISI:

            Nama Stasiun TV: METRO TV                         Waktu              : 21.30 WITA
            Nama Acara      : TOP NEWS
BERITA 1 :
                                                Razia di PelabuhanTanjung Perak Surabaya
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya merazia pemudik yang akan kembali ke beberapa Privinsi di Indonesia Timur.Razia penumpang kapal ini,dilakukan petugas di pintu masuk keberangkatan Gapura Surya Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan sasaran bahan peledak,senjata api dan senjata tajam.Razia tersebut dialakukan dengan pemeriksaan manual dan bantuan anjing pelacak.Setelah Razia di lakukan,akhirnya petugas menyita dua pucuk senapan angin serta sejumlah senjata tajam tujuan Makassa dan Jaya Pura.

BERITA KE-2:
                                                            Pemudik Arus Balik
Di Sukbumi.Jawa Barat.Puluhan orang menyerbu Bus yang baru saja tiba di Terminal Sudirman,karena para penumpang ini khawatir tidak mendapat tempat duduk untuk kembali ke Jakarta.Sekjak satu hari setelah lebaran penumpang dari terminal ini teru meningkt.Hingga kini tercatat 5.640 penumpang berangkat dari terminal Sukabumi menuju Jakarta.

BERITA KE-3
Pejabat Bolos Pasca Lebaran
            Tidak hanya pegawai biasa,sejumlah pejabat daerah dihari pertama sejak paska libur lebaran tidak hadir dikantor.Gubernur dan Wakil GubernurMaluku Utara tidak nampak di Kantor,begitu pula dengan Walikota  Pekan Baru.Di beberapa kantor dan badan yang ada di lokasi yang sama dengan kantor Gubernur Maluku Utara , terlihat lengang  dan Ruangan Gubernur  Maluku Utara dan Wakil Gubernur tertutup rapat. Para pegawai Gubernur dan wakilnya pun tidak terlihat, kondisi yang sama juga terlihat dari sejumlah ruangan milik pejabat setingkat asisten Gubernur, kepala dinas, kepala biru, maupun  kepala badan. Kebanyakan pejabat maupun pegawai memilih tidak berkantor, karena mengetahui Gubernur dan wakil Gubernur mereka juga tidak masuk.
BERITA KE-4
Larangan Menerima Parcel
Dua orang Staf dari anggota Komisi Gedung DPRI(Bambang Sutatyo)mendatangi gedung KPK.Guna melaporkan penerimaan klasifikasi berupa bingkisan Parcel Lebaran.Kedua staf Bambang,membawa  4 buah paket parcel keruang laporan Direktorat KPK.Salah seorang Staf(Iskandar)menjelaskan paket parcel tersebut dikirim oleh kolojabat Bambang Sutatyo yang merupakan anggota DPRD.Namun,maksud dan tujuan dari pengiriman parcel tersebut tidak diketahui.Penyerahan paket parcel terkait dalam klasifikasi yang dijelaskan dalam Pasal 12 B Ayat 1,yang salah satunya melarang penerimaan parcel oleh pejabat penyelenggara negara dan PNS.

BERITA KE-5
Ratusan Pengunjung Objek Wisata Pantai Selatan Kabupaten Gunung Kidul Jakarta Ubur-ubur Beracun
            Diantara yang tersengat ubur-ubur adalah anak-anak,sejumlah anak-anak menangis menahan rasa sakit setelah tersengat ubur-ubur beracun di Pantai Ulansyawal,Gunung Kidul.Umumnya para korban tersengat  ubur-ubur secara tidak disadari saat bermain air di pantai,para korban merasakan rasa panas disertai nyeri bahkan sebagian hingga sesak nafas.Hal tersebut diperparah dengan mimimnya tabung oksigen,bahkan satu tabung oksigen digunakan secara bergantian untuk ratusan korban.Bahkan 8 diantaranya mengalami sesak nafas dan harus dilarikan ke Rumah Sakit.Minimnya petugas kesehatan dan obat-obatan,sehingga timsar kewalahan menangani banyaknya korban sengatan ubur-ubur.Guna mengurangi rasa sakit,petugas hanya mengoleskan cairan  Alkohol dan balsem.

BERITA KE-6
Penembakan Dua Anggota polisi
            Kasus penembakan dua anggota polisi pondok aren yang menggunakan mobil minibus warna hitam, mobil yang menjadi saksi bisu penembakan  tersebut kini kondisinya rusak parah. Mobil minibus tersebut merupakan mobil yang digunakan  untuk mengejar pelaku penembakan AIPDA Husain Ratno, mobil ini dalam kondisi rusak parah karena telah terperosok ke dalam di jalan gerhana, bintaro. Meski Kejadian ini ditangani oleh polda metro jaya tapi salah satu barang bukti yakni mobil minibus ini berada di pondok aren. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus sekitar pukul 22.00 WIB. Dimana pada saat itu AIPDA Husain Ratno akan pergi ke kantornya, ke kantor pondok aren untuk melakukan apel persiapan menjelang perayaan hari kemerdekaan RI yang ke 68. Dan tiba – tiba saat di ke kantornya dia diempet oleh dua pengendara motor mio hitam pada saat itu lansung di kepalanya hingga lansung tewas di tempat . dan rekannya yang mencoba mengejar pelaku langsung menabrakkan mobilnya ke arah pelaku hingga mobil tersebut terperosok. Dan AIPDA ahmad maulana pun keluar tapi lansung ditembak juga oleh pelaku. Hingga saat ini kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut dari POLDA metro jaya.


                

Jumat, 06 Juni 2014

Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen





Menemukan unsur Instrinsik dan Ekstrinsik Cerpen.

Percayalah Pada Niat Baikmu
Wanita itu bernama Martini. Kini ia kembali menginjakkan kakinya di lndonesia, setelah tiga tahun ia meninggalkan kampung halamannya yang berjarak tiga kilometer dari arah selatan Wonosari, Gunung Kidul.
Di dalam benak Martini berbaur rasa senang, rindu dan haru. Beberapa jam lagi ia akan berjumpa kembali dengan suaminya, mas Koko dan putranya Andra Mardianto, yang ketika ia tinggalkan masih berusia tiga tahun. Ia membayangkan putranya kini telah duduk di bangku sekolah dasar mengenakan seragam putih–merah dan menempati rumahnya yang baru, yang dibangun oleh suaminya dengan uang yang ia kirimkan dari Arab Saudi, negara di mana selama ini ia bekerja.
Martini adalah seorang tenaga kerja wanita yang berhasil di antara banyak kisah mengenai tenaga kerja wanita yang nasibnya kurang beruntung di negeri manca, di mana mereka mengadu nasibnya. Tidak jarang seorang TKW pulang ke tanah airnya dalam keadaan hamil tanpa jelas siapa ayah sang janin yang dikandungnya. Atau disiksa, digilas dibawah setrikaan bersuhu lebih dari 110 derajat celcius, atau tiba–tiba menjadi bahan pemberitaan di media massa tanah air karena sisa hidupnya yang sudah ditentukan oleh vonis hakim untuk bersiap menghadapi tiang gantungan atau tajamnya logam pancung yang kemudian membuat Kedubes RI, Deplu dan Depnaker kelimpungan dan tampak lebih sibuk.Sangatlah beruntung bagi Martini mempunyai majikan yang sangat baik, bahkan dalam tiga tahun ia bekerja, ia telah dua kali melaksanakan umroh dengan biaya sang majikan. Majikannya adalah seorang karyawan di salah satu perusahaan minyak di sana. Ia bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga di El Riyadh dengan tugas khusus mengasuh putra sang majikan yang sebaya dengan Andra, putranya. Hal ini membuatnya selalu teringat putranya sendiri dan menambah semangat dalam bekerja.Dengan cermat Martini memperhatikan sekeliling, akan tetapi ia tidak melihat seorang saudara atau kerabat pun yang ia kenal. Sempat terbersit rasa iri dan kecewa ketika ia menyaksikan beberapa rekanannya yang dijemput dan disambut kedatangannya oleh orang tua, anak atau suami mereka. Namun dengan segera ia membuang jauh–jauh pikiran tersebut. Ia tidak ingin suuzon dengan suaminya.
“Mungkin hal ini disebabkan karena kedatanganku yang memang terlambat tiga hari dari jadwal kepulangan yang direncanakan sebelumnya,” pikirnya husnuzon.Dan pikiran ini malah membuatnya merasa bersalah, karena ia tidak memberitahukan kedatangannya melalui telepon sebelumnya.Akhirnya ia memutuskan untuk menuju terminal Pulogadung dengan taksi bandara. Oleh karena ia tidak tahu di mana pool bus Maju Lancar terdekat dari bandara Soekarno-Hatta, ia berharap di terminal Pulogadung ia bisa langsung menemukan bus tersebut dan membawanya ke Wonosari dengan nyaman, karena badannya sekarang sudah terlalu letih untuk perjalanan panjang yang ditempuh dari Arab Saudi.
Tanpa ia sadari, Martini telah sampai di depan rumahnya, rumah yang merupakan warisan ayahnya, yang ia huni bersama mas Koko, Andra dan ibunya yang telah renta. Namun bingung dan pertanyaan muncul dalam benaknya. Yang ia lihat hanyalah rumah tua tanpa berubahan sedikit pun, kecuali kandang sapi di dekat rumahnya yang kini telah kosong. Sama keadaanya dengan tiga tahun lalu taktkala ia meninggalkan rumah tersebut. “Mana rumah baru yang mas Koko bangun seperti yang ada di foto yang mas Koko kirimkan tiga bulan yang lalu. Apakah ia membeli tanah di tempat lain dan membangunnya di sana? Kalau begitu syukurlah,” pikirnya mencoba husnuzon.Ia ketuk perlahan–lahan pintu rumahnya. Namun tidak ada seorang pun yang muncul membukakan pintu. “Kulo nuwun, mas…! Andra…! Mbok…!”Beberapa saat kemudian barulah pintu yang terbuat dari kayu glugu tersebut terbuka. ”Madosi sinten, mbak?” tanya seorang bocah berusia 6 tahun yang tak lain adalah Andra yang muncul dari balik pintu.“Andra aku ini ibumu, sudah lupa ya? Apakah bapakmu tidak menceritakan ihwal kedatanganku?” ucap Martini balik bertanya. “Ayah? Kedatangan ibu? Oh, mari masuk. Sebentar ya, Andra bangunkan mbah dulu,” ujar Andra sambil berlari menuju ke arah kamar neneknya.Martini masuk ke dalam rumah dan duduk di atas amben yang terletak di sudut ruangan depan, seraya memperhatikan keadaan di dalam rumah yang ia huni sejak kecil tersebut. Keadaan dalam rumah pun tidak tampak ada perubahan yang berarti.“Martini ya. Wah–wah anakku sudah datangdari perantauan,” terdengar suara tua khas ibu Martini sedang setengah berlari keluar dari kamarnya, menyambut kedatangan anaknya, diikuti oleh Andra , membawakan segelas teh hangat.”Bagaimana keadaan si mbok disini?” tanya Martini.“Oh, anakku si mbok di sini baik–baik saja, kamu sendiri bagaimana, Tini?” “Saya baik–baik saja mbok, ngomong–ngomong mas Koko di mana mbok?” tanya martini. Mendengar pertanyaan itu, tiba–tiba air muka ibu martini berubah, ia tampak berpikir–pikir sejenak. “Oh mengenai suamimu, nanti akan si mbok ceritakan, sebaiknya kamu ngaso dulu. Kau pasti capek setelah melakukan perjalanan jauh. Jangan lupa teh hangatnya diminum dulu,” saran ibu Martini. martini menurut saja apa yang dikatakan ibunya. Setelah menikmati segelas teh hangat, ia mengangkat kaki dan tiduran di atas amben. Namun tetap saja ia tidak dapat memejamkan matanya. Pikirannya tetap melayang memikirkan suaminya; di mana dia, apakah dia merantau ke Jakarta untuk turut mencari nafkah di perantauan? Di mana letak rumah barunya, atau apakah mas Koko malah meninggalkan dirinya dan menikah dengan wanita lain?
“Ah, tidak mungkin,” pikirnya kembali berusaha untuk tetap husnuzon. Ia mencoba bangkit lalu menemui ibunya yang sedang memasak di pawon.“Maaf mbok, di mana mas Koko, Tini sudah kangen dan ingin berbicara dengannya,” ujar Martini membuka kembali percakapan. Ibu Martini tampak kembali berpikir sejenak, lalu berdiri dan mengambil segelas air putih dingin dari kendi. “ Minumlah air putih ini agar kamu lebih tenang, Tini, nanti si mbok ceritakan di mana suamimu berada, kalau kamu memang sudah tidak sabar. ”Sementara itu martini bersiap untuk mendengarkan dengan seksama penuturan ibunya. “ Tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. Letaknya di dusun sebelah sana, namun sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita. Wanita itu adalah tetangga barunya. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan Andra bersama si mbok. Tentu saja si mbok marah besar kepadanya. Namun apa daya, si mbok hanyalah wanita yang sudah renta, sedang ayahmu sudah tiada, dan uang yang si mbok pegang pun pas–pasan. Mau mengirim surat kepadamu si mbok tidak bisa, kamu tahu kan si mbok buta huruf. Mau minta tolong kepada siapa lagi, sedangkan kamu adalah anakku satu–satunya. Kamu tidak mempunyai saudara yang bisa si mbok mintai tolong untuk mengirimkan surat kepadamu, sedangkan anakmu, Andra masih kelas 1 SD”.
Mendengar penuturan ibunya, Martini langsung menangis, ia sedih marah dan kalut. “Mengapa si mbok tidak melaporkannya ke pak Kadus dan pak Kades?” ”Sudah, dan beliau pun sudah berjanji untuk membantu si mbok. Namun sampai saat ini si mbok belum mendapatkan jawabannya. Sedangkan suamimu sendiri dan istri barunya, tampak tak peduli dengan suara–suara miring para tetangga. Dan untuk lapor ke KUA, si mbok tidak berpikir sampai ke situ, maafkan si mbok,” tambah ibunya dengan suara yang terdengar bergetar.“Duh Gusti…., paringono sabar…,.” terdengar Martini terisak, berusaha untuk tetap ingat kepada Yang Maha Kuasa. Bagaimana bisa, suami yang begitu ia cintai dan ia percaya, dapat berbuat begitu kejam terhadapnya. Apalagi ia sekarang tinggal bersama istri barunya, di rumah hasil jerih payahnya selama tiga tahun merantau di arab Saudi.“Mbok, di mana rumah baru itu berada?”
Wajah ibunya terlihat ketakutan, ia tidak tahu apa yang akan dilakukan anaknya dalam keadaan kalut di sana apabila ia tahu letak rumah tersebut.“Mbok, di mana mbok,” suara Martini semakin tinggi, namun ibunya tetap diam.”Kenapa si mbok tidak mau membertahu? Apakah si mbok merestuinya? Apakah si mbok mendukungnya? Apakah si mbok membela bajingan itu dari pada saya anakmu sendiri? Apakah…..”“Diam Tini, teganya kamu menuduh ibumu seperti itu. Kamu mau menjadi anak durhaka? Ingatlah kamu kepada Tuhan, nak, ingatlah kepada Gusti Allah, nak!” Kalimat itu muncul dari mulut ibunya, yang kemudian terduduk menangis mendengar ucapan pedas anaknya tersebut.“Ya sudah kalau si mbok tidak mau memberitahu. Tini akan cari sendiri rumah itu,” teriak Martini seraya meninggalkan ibunya yang sangat bersedih, yang berusaha mengejarnya namun kemudian jatuh tersungkur di halaman depan rumahnya karena tidak mampu lagi mengejarnya.“Hei, mana Koko, bajingan sialan,” teriak Martini sambil berjalan membabi buta, menyusuri jalan dengan muka merah padam. Pikirannya kacau balau.
“Buat apa aku bekerja jauh-jauh mencari uang di Arab Saudi demi kamu dan Andra, tetapi mengapa kau tega memanfaatkanku, menggunakan uangku untuk membuat rumah dan tinggal di sana bersama istri barumu. Kurang apa aku?? ”Mendengar teriakan Martini, kontan para tetangga di sekitar situ segera berhamburan ke luar rumah. Mereka kebingungan menyaksikan ulah Tini yang sudah tidak mereka lihat selama tiga tahun, tiba–tiba muncul kembali di dusun itu dengan tingkah laku yang berubah 180 derajat. Martini yang dulunya lembut, penurut, kini kasar dan beringasan. Apakah ia telah gila? Apakah yang telah terjadi terhadap dirinya di Arab Saudi? Apakah ia dianiaya sebagaimana sering terdengar berita di media massa mengenai TKW yang disiksa? Namun kemudian mereka segera menyadari. Hal ini pasti karena Martini telah mengetahui perbuatan suaminya. Segera saja mereka mengejar dan mencoba menenangkan Martini. Namun dengan kuat Martini mencoba melepaskan tangannya dari dekapan tetangganya itu. Dan saat itu pula ia melihat suaminya, ya Koko bajingan itu, keluar dari rumahnya. Koko tampaknya tidak menghiraukan kedatangannya. Bahkan istri barunya itu terlihat dengan mesranya berdiri di samping Koko yang meletakkan kedua tangannya di pinggang koko.”Hei, siapa kamu? Tini ya? Kenapa kamu ke sini? Ini rumahku bersama mas Koko. Bukannya kamu sudah mati, kalau belum mendingan kamu mati saja sekarang. Itu lebih baik, dari pada mau merusak kebahagiaan kami. Bukan begitu, mas Koko?” ujar wanita yang ada di sebelah Koko sambil mengalungkan tangan kanannya di leher Koko dengan lembutnya.
Hal ini jelas membuat Tini makin marah.“Hai , dasar kau, wanita murahan, tidak tahu diri. Koko adalah suamiku. Dan kau Koko, mengapa kau tega menipuku, meninggalkanku hanya untuk menikahi wanita keparat ini? Dasar bajingan!”Dekapan tetangga yang memegang Martini akhirnya lepas. Dengan cepat Martini meraih sebuah bambu yang tergeletak di bawah pohon nangka dan berlari menuju ke arah Koko dan istri barunya. Dengan tidak hati-hati ia menaiki anak tangga yang menuju ke dalam rumah baru itu. Secepat kilat ia mengayunkan bambu itu ke arah mereka berdua. Namun malang, belum sampai bambu itu mengenai sasaran, ia kehilangan keseimbangan. Ia terpeleset dari dua anak tangga dan jatuh terjerembab tak sadarkan diri.
”Mbak–mbak, bangun mbak. Mau turun di mana mbak? Ini sudah sampai di Wonosari,” terdengar sayup-sayup suara pemuda yang duduk di dekat Martini.
“Astaghfirullahaladzim. Ha… Apa…? Wonosari?” tanya Martini. “Ya, mbak sepertinya dari tadi mbak gelisah tidurnya,” ujar pemuda itu. ”Apakah benar ini Wonosari?” tanya Martini memastikan seraya mengarahkan pandangannya keluar jendela.
Ya ini adalah daerah yang telah tiga tahun ia tinggalkan.“Alhamdulillah ya Allah, terima kasih,” batin Martini bahagia.
Analisis cerpen “Percayalah pada niat baikmu, Martini” adalah:
UNSUR INSTRINSIK    :
1.         Tema               : Kehidupan TKW
2.         Alu                  : Maju
-       Penampilan masalah: Bagian yang menceritakan bagian masalah yang di hadapi
      pelaku.
-       Puncak ketegangan/klimaks: Masalah dalam cerita sudah sangat gawat, konflik
     telah memuncak.
-       Ketegangan menurun/anti klimaks: Masalah dapat di atasi secara berangsur-
     angsur dengan kekawatiran yang mulai berkurang.
-       Ending: Bahagia

3.    Penokohan/watak:
-       Martini: Lembut, Sabar.
-       Koko: Kejam,tukang selingkuh.
-       Mbok: Lemah, sabar.
4.    Latar/setting:
·         Tempat:           -    Arab Saudi
 -       Terminal pulogadung
 -       Bandara soekarno hatta
 -       Dalam rumah
·         Suasana:          Haru, Cemas, Sedih, Tegang, Gembira.
5.    Tehnik penceritaan: Gaya bahasa yang di gunakan pengarang sangat prismatis/mengalir. Sehingga penyimpangan kebahasaan, penyimpangan struktur kalimat atau nilai estetiknya tidak terlalu mendominasi mungkin pengarang bertujuan agar bisa di jangkau oleh masyarat umum
6.    Sudut pandang: Pengarang bertindak sebagai orang ketiga. Mengamati, Menjelaskan peristiwa yang berlangsung serta suasana perasaan dan pikiran para tokoh dalam cerita.
7.    Pesan atau amanat:
 Kenyataan hidup yang dialami para TKW tidak sebahagia yang ada dalam pikiran orang lain. Hidup mereka dipenuhi dengan kecemasan akan keluarga yang ditinggalkan. Tapi mereka tetap sabar, selalu bekerja keras semata-mata untuk membahagiakan keluarga. Jadi, kita mesti belajar dari kehidupan mereka dalam memaknai hidup kita sediri.
B.       Melalui unsur ekstrinsik
1.    Nilai Moral: TKW/pembantu tak sepantasnya memperoleh penghinaan, yang justru tidak jarag seorang TKW pulang ke tanah airnya dalam keadaan hamil tanpa jelas siapa ayah sang janin yang di kandungnya. Atau di siksa, di gilas di bawah setrikaan, atau tiba-tiba menjadi bahan pemberitaan di media massa karena hidupnya di tentukan oleh vonis hakim.
2.    Nilai Sosial: Jabatan setinggi apapun atau sekaya apapun seseorang, sepatutnya tetap menghargai sesama manusia tak terkecuali TKW/pembantu. Alangkah baiknya seseorang saling berinteraksi telah mengenali satu sama lainnya.
3.    Nilai Agama: Betapapun beratnya permasalahan yang kita hadapi, alangkah baiknya kalau kita kembalikan pada tuhan. Kesabaran sangatlah penting untuk kita jaga demi tentramnya hidup kita. Di balik permasalahan, pasti ada hikmah yang bikin kita bahagia.